basmallah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيمُ

* SELAMAT DATANG DI BLOG ANIS SUSILA SAFITRI * SELAMAT DATANG DI BLOG ANIS SUSILA SAFITRI * SELAMAT DATANG DI BLOG ANIS SUSILA SAFITRI * SELAMAT DATANG DI BLOG ANIS SUSILA SAFITRI * SELAMAT DATANG DI BLOG ANIS SUSILA SAFITRI * SELAMAT DATANG DI BLOG ANIS SUSILA SAFITRI * SELAMAT DATANG DI BLOG ANIS SUSILA SAFITRI * SELAMAT DATANG DI BLOG ANIS SUSILA SAFITRI * SELAMAT DATANG DI BLOG ANIS SUSILA SAFITRI * SELAMAT DATANG DI BLOG ANIS SUSILA SAFITRI * SELAMAT DATANG DI BLOG ANIS SUSILA SAFITRI *

Jumat, 21 Desember 2012

remedial K3LH

1.faktor yang mempengaruhi tingkt ergonisme di tempat kerja ialah....
a.posisi kerja dari pekerja orng lain
b.posisi dari pekerja itu sendiri
c.posisi dari pekerja bangunan 
d.posisi dri pekerja sipil
e.posisi dari kerja orang lain

2.antara antara perpaduan ilmu apa saja kah K3LH,kecuali................
a.ilmu kesehatan
b.ilmu alam
c.ilmu perilaku
d.ilmu global
e.ilmu fisika

3.sebuah posisi yang baik dalam bekerja kecuali....
a.leher lurus dengan bahudan leher dalam keadaan santai
b.posisi lengan berada dalam bawah bahu
c.kedua kaki berada di atas meja
d.ketika duduk lutut membentuk sudut 90 derajat 
e.badan nampak condong

4.menurut dari kesehatan apakah k3lh..............
a.masyarakat
b.pemerintah
c.publik
d.pejabat
e.murid

5.apakah yang di maksud dengan tenaga yang di keluarkan?????
a.tenaga yang tidak di lakukan
b.tenaga yang di biar kan begitu saja
c.tenaga yang di lakukan
d.tenaga yang di beri upah
e.tenga yang tidak sama sekali bukan tenaga 

6.dalam melakukan pekerjaan kita harus hati hati dalam bekerja supaya terhindar dari,kecuali,....
a.bahaya
b.kecelakaan
c.peristiwa
d.kecenderungan 
e.kesenangan

7.pengertian dari K3LH yang paling tepat ialah...
a.keselamatan kerja dan kesehatan lingkungan hidup
b.kesehatan kerja dan keselamatan lingkungan hidup
c.kesehatan,keselamatan


8.yang harus di perhatikan dalam k3 ialah...
a.kesehatan mata
b.kesehatan jari tangan 
c.kesehatan badan
d,kesehatan punggung
e.kesehatan kaki pinggang

9.k3 dalam merakit yaitu...
a.cucilah tangan dengan sabun 
b.merakit di ruang bebas 
c.memakai sarung tangan kain
d.memakai gelang anti statik
e.memakai cincin

10.apakah kita diharuskan untuk membasuh tangan terlebih dahulu selanjut nya di keringkan???
a.ia
b.tidak
c.bisa jadi
d.a,b,dan c salah
e.a,b,dan c benar

Kamis, 06 Desember 2012

Pacu Jalur

Pacu Jalur di Kuantan Singingi

Pacu Jalur adalah salah satu Even Wisata Kebanggaan Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Kuantan Singingi. Ada yang mengatakan Pacu Jalur ini sama dengan dengan Even Wisata Dayung Perahu Naga. Itu salah besar. Kalau miriup mungkin iya. Karena Pacu Jalur mempunyai keunikan tersendiri. Dimulai dari mencari pohon besar untuk perahu, pembuatannya sampai kegelanggang pacu. Inilah daya tarik even wisata tradisional yang mendunia. Setiap even Pacu Jalur ini dihelat ada saja peserta dari luar negeri yang turut serta. Berikut ini paparan tentang Pacu Jalur, dimulai dari asal usul, pembuatan sampai ke tata cara perlombaanya.

Asal Usul dan Perkembangan

Kuantan Singingi adalah sebuah daerah yang secara administratif termasuk dalam Provinsi Riau. Daerahnya banyak memiliki sungai. Kondisi geografis yang demikian, pada gilirannya membuat sebagian besar masyarakatnya memerlukan jalur1 sebagai alat transportasi Kemudian, muncul jalur-jalur yang diberi ukiran indah, seperti ukiran kepala ular, buaya, atau harimau, baik di bagian lambung maupun selembayung-nya. Selain itu, ditambah lagi dengan perlengkapan payung, tali-temali, selendang, tiang tengah (gulang-gulang) serta lambai-lambai (tempat juru mudi berdiri). Perubahan tersebut sekaligus menandai perkembangan fungsi jalur menjadi tidak sekadar alat angkut, namun juga menunjukkan identitas sosial. Sebab, hanya penguasa wilayah, bangsawan, dan datuk-datuk saja yang mengendarai jalur berhias itu. Perkembangan selanjutnya (kurang lebih 100 tahun kemudian), jalur tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi dan simbol status sosial seseorang, tetapi diadu kecepatannya melalui sebuah lomba. Dan, lomba itu oleh masyarakat stempat disebut sebagai “Pacu Jajur”.

Pada awalnya pacu jalur diselenggarakan di kampung-kampung di sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Idul Fitri, atau Tahun Baru 1 Muharam. Ketika itu setiap perlombaan tidak selalu diikuti dengan pemberian hadiah. Artinya, ada kampung yang menyediakan hadiah dan ada yang tidak menyediakannya. Lomba yang tidak menyediakan hadiah diakhiri dengan acara makan bersama. Adapun jenis makanannya adalah makanan tradisional setempat, seperti: konji, godok, lopek, paniaran, lida kambing, dan buah golek. Sedangkan, lomba yang berhadiah, penyelenggara mesti menyediakan empat buah marewa2 yang ukurannya berbeda-beda. Juara I memperoleh ukuran yang besar dan juara IV memperoleh ukuran yang paling kecil. Namun, dewasa ini hadiah tidak lagi berupa marewa tetapi berupa hewan ternak (sapi, kerbau, atau kambing).

Ketika Belanda mulai memasuki daerah Riau (sekitar tahun 1905), tepatnya di kawasan yang sekarang menjadi Kota Teluk Kuantan, mereka memanfaatkan pacu jalur dalam merayakan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang jatuh pada setiap tanggal 31 Agustus. Akibatnya, pacu jalur tidak lagi dirayakan pada hari-hari raya umat Islam. Penduduk Teluk Kuantan malah menganggap setiap perayaan HUT Ratu Wilhelmina itu sebagai datangnya tahun baru. Oleh karena itu, sampai saat ini masih ada yang menyebut kegiatan pacu jalur sebagai pacu tambaru. Kegiatan pacu jalur sempat terhenti di zaman Jepang. Namun, pada masa kemerdekaan pacu jalur diadakan kembali secara rutin untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia (17- Agustusan).

Pemain Pacu Jalur

Pacu jalur hanya dilakukan oleh para laki-laki yang berusia antara 15--40 tahun secara beregu. Setiap regu jumlah anggotanya antara 40--60 orang (bergantung dari ukuran jalur). Anggota sebuah jalur disebut anak pacu, terdiri atas: tukang kayu, tukang concang (komandan, pemberi aba-aba), tukang pinggang (juru mudi), tukang onjai (pemberi irama di bagian kemudi dengan cara menggoyang-goyangkan badan) dan tukang tari yang membantu tukang onjai memberi tekanan yang seimbang agar jalur berjungkat-jungkit secara teratur dan berirama. Selain pemain, dalam lomba pacu jalur juga ada wasit dan juri yang bertugas mengawasi jalannya perlombaan dan menetapkan pemenang.

Tempat Permainan Pacu Jalur

Pacu jalur biasanya dilakukan di Sungai Batang Kuantan. Sebagaimana telah dikatakan di atas, Sungai Batang Kuantan yang terletak antara Kecamatan Hulu Kuantan di bagian hulu dan Kecamatan Cerenti di hilir, telah digunakan sebagai jalur pelayaran jalur sejak awal abad ke-17. Dan, di sungai ini pulalah perlombaan pacu jalur pertama kali dilakukan. Sedangkan, arena lomba pacu jalur bentuknya mengikuti aliran Sungai Batang Kuantan, dengan panjang lintasan sekitar 1 km yang ditandai dengan tiga tiang pancang.

Peralatan Permainan Pacu Jalur

Peralatan permainan dalam pacu jalur, tentu saja adalah jalur yang dibuat dari batang kayu utuh, tanpa dibelah-belah, dipotong-potong atau disambung-sambung. Panjang jalur antara 25--30 meter, dengan lebar ruang bagian tengah 11,25 meter. Bagian-bagian jalur terdiri atas: (1) luan (haluan); (2) talingo (telinga depan); (3) panggar (tempat duduk); (4) pornik (lambung); (5) ruang timbo (tempat menimba air); (6) talingo belakang; (7) kamudi (tempat pengemudi); (8) lambai-lambai/selembayung (pegangan tukan onjor); (9) pandaro (bibit jalur); (10) ular-ular (tempat duduk pedayung); (11) selembayung (ujung jalur berukir); dan (13) panimbo (gayung air). Jalur dilengkapi pula dengan sebuah dayung untuk setiap pemain.

Bagian selembayung dan pinggir badan jalur biasanya berukir dan diberi warna semarak. Motifnya bermacam-macam seperti: sulur-suluran, geometris, ombak, buruk dan bahkan pesawat terbang. Tiap-tiap jalur mempunyai nama seperti: Naga Sakti, Gajah Tunggal, Rawang Udang, Kompe Berangin, Bomber, Pelita, Orde Baru, Raja Kinantan, Kibasan Nago Liar, Singa Kuantan Sungai Pinang, Dayung Serentak, Keramat Jati, Panggogar Alam, Tuah di Kampuang Godang di Rantau, Ratu Dewa dan lain-lain. Tujuan dari pengukiran, pewarnaan dan pemberian nama pada setiap jalur tersebut adalah agar dapat “tampil beda” dari yang lain.

Untuk dapat membuat sebuah jalur-lomba yang biasanya mewakili desa, kecamatan atau kabupaten, harus melalui proses yang cukup panjang dan melibatkan banyak orang. Sebagai suatu proses, tentunya pembuatan jalur dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Berikut ini adalah tahap-tahap yang mesti dilakukan dalam pembuatan sebuah perahu yang oleh orang Kuantan Singingi disebut jalur.

Hal pertama yang dilakukan adalah menyusun rencana pembuatan jalur melalui musyawarah atau rapek kampung yang dihadiri oleh berbagai unsur seperti pemuka adat, cendekiawan, kaum ibu dan pemuda. Rapat ini biasanya dipimpin oleh seorang pemuka desa atau pemuka adat. Bila kesepakatan telah dicapai, maka kegiatan selanjutnya adalah memilih jenis kayu. Pohon yang dicari adalah banio atau kulim kuyiang yang panjangnya antara 25--30 meter dengan garis tengah antara 1½ --2 meter. Kedua jenis pohon tersebut disamping kuat, tahan air, juga dipercayai ada “penunggunya”. Setelah pohon yang memenuhi persyaratan ditentukan, maka penebangan pun dilakukan. Akan tetapi, sebelumnya diadakan semacam upacara persembahan kepada “penunggu” pohon agar pohon itu tidak hilang secara gaib.

Kayu yang sudah disemah oleh pawang, selanjutnya ditebang dengan kapak dan beliung. Setelah itu, kayu diabung (dipotong) ujungnya menurut ukuran tertentu sesuai dengan panjang jalur yang akan dibuat. Setelah diabung kedua ujungnya, kemudian kayu dikupas kulitnya dan diukir pada bagian haluan, telinga, dan lambung. Apabila jalur sudah terbentuk, maka langkah berikutnya adalah meratakan bagian depan (pendadan), yakni bagian atas kayu yang memanjang dari pangkal sampai ke ujung. Kemudian disusul dengan tahap mencaruk atau melubangi dan menghaluskan bagian dalam kayu dengan ketebalan tertentu.

Selanjutnya menggaliak atau membalikkan dan menelungkupkan kembali jalur untuk dibentuk dan dihaluskan. Pekerjaan ini memerlukan perhitungan cermat sebab harus selalu menjaga ketebalan jalur agar dapat seimbang ketika berada di air. Cara mengukurnya antara lain dengan membuat lubang-lubang kakok atau bor yang kemudian ditutup lagi dengan semacam pasak. Setelah terbentuk, maka jalur dibalikkan kembali dan kemudian dilanjutkan dengan proses terakhir yaitu membuat haluan dan kemudi. Apabila haluan dan kemudi telah terbentuk, maka jalur akan dibawa ke kampung untuk diasapi dan disertai dengan upacara maelo jalur. Sebelum jalur diluncurkan ke sungai, ada suatu upacara lagi yang bertujuan agar jalur dapat berlayar dengan baik ketika sudah berada di air.

Aturan Permainan Pacu Jalur

Pacu jalur dapat dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu: (1) pacu antarbanjar atau dusun; (2) pacu antardesa atau kelurahan; dan (3) pacu antarkecamatan yang ada di wilayah Kuantan Sengingi. Aturan dalam ketiga tingkatan perlombaan pacu jalur tersebut tergolong mudah, yaitu regu jalur yang dapat mencapai garis finish terlebih dahulu dari regu lain, dinyatakan sebagai pemenangnya. Pertandingan pacu jalur biasanya dilakukan dengan dua sistem yaitu: setengah kompetisi dan sistem gugur untuk menentukan pemenang pertama hingga keempat dan sepuluh besar.


Rabu, 07 November 2012

saya seorang murid di SMK N 2 TALUK KUANTAN,saya tinggal di taluk kuantan ,saya lahir di sungai sirih f4 04 oktobet 1996.keluarga ku terdiri dari ayah ibu dan adik,saya memilih jurusan TEKNIK COMPUTER DAN JARINGAN.
  saya mengikuti extra silat PERISAI DIRI INDONESIA,pelatih saya yaitu:DHONY APRILAN.
mengikuti silat perisai diri bukan lah gampang tetapi,butuh keikhlasan,kesabaran,dan butuh tanggung jawab yang sangat berat.

saya memilih jurusan teknok computer dan jaringan,karena saya ingin dan ingin mengetauhi bagaimana merakit,menginstal,atau membuat animasi,
jurusan ini tidak lah sama dengan jurusan yang laen,seperti: akomodasi perhotelan.akuntansi,administrasi perkantoran,dan pemasaran.
       keinginan ku satu satu nya yaitu"menjadi seorang yang sangat berprestasi.
          

Kamis, 01 November 2012

KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

 

 

Kabupaten Kuantan Singingi

Kabupaten Kuantan Singingi berada di bagian Selatan Propinsi Riau, pada 00 Lintang Utara - 10 Lintang Selatan dan 10102’ – 101055’ Bujur Timur. Kabupaten ini berada di area seluas 7656,03 km2 dengan batas-batas sebagai berikut :

1. Di Utara berbatasan dengan Kabupaten Kampar dan Pelalawan.
2. Di Selatan berbatasan dengan Jambi.
3. Di sebelah Barat berbatasan dengan Sumatera Barat.
4. Di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hulu.

Kabupaten Kuantan Singingi terdiri dari 12 Kecamatan, 10 Kelurahan dan 199 desa, dengan Taluk Kuantan sebagai ibukota Kabupaten. Selain Taluk Kuantan, kota penting lainnya adalah Lubuk Jambi, Muara Lembu, Benai, Baserah, Cerenti, Lubuk Ambacang, Kampung Baru, Kota Baru, dan Inuman. Kabupaten Kuantan Singingi beriklim tropis. Musim hujan berlangsung dari bulan September – Februari, dan curah hujan tertinggi pada bulan Desember.

Musim kemarau pada bulan Maret – Agustus. Kabupaten Kuantan Singingi terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi kira kira 400 m di atas permukaan laut. Dataran tinggi di daerah ini cenderung berangin dan berbukit dengan kecenderungan 5 – 300. Dataran tinggi berbukit mencapai ketinggian 400-800 m di atas permukaan laut dan merupakan bagian dari jajaran Bukit Barisan. Total populasi penduduk adalah 221.676 jiwa dengan kepadatan 28 orang per km2. Kebanyakan masyarakatnya adalah berasal dari suku Melayu dengan dialek yang hampir sama dengan dialek Minangkabau – etnis yang hidup di daerah Sumatra Barat. Mata pencarian utama penduduk di daerah ini sebagian besar (75%) adalah bertani, sementara yang lainnya bekerja pada bidang jasa, perdagangan, dan pegawai negeri.

Transportasi Kabupaten Kuantan Singingi

Untuk membuka keterisolasian dan mengembangkan bagian Selatan Kabupaten ini, mengawali tahun fiskal 2000, maka telah dibuat jalan raya untuk lintas Selatan, sementara jalan yang lama sepanjang 166,5 km diperbaiki. Saat ini, beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten ini sudah dilalui oleh berbagai kendaraan. Jalan yang dilalui adalah 1.998, 26 km. Taluk Kuantan sebagai ibukota Kabupaten - merupakan jalur Barat Trans-Sumatera yang menghubungkan Jawa dengan kota lainnya di Sumatera, seperti Padang, Bengkulu, Palembang, Lampung, Medan, dan Aceh. Transportasi sungai yang menggunakan sungai Kuantan sangat membantu untuk perjalanan domestic, khususnya untuk desa-desa terpencil yang ada di tepian sungai.

Dengan berdirinya Riau Airlines (RAL) sebagai Perusahaan yang bergerak di bawah naungan Pemerintah Riau, untuk kedepannya akan dibuka penerbangan ke Kuantan Singingi, yang berlokasi di Kuantan Tengah – dalam rangka membuka akses transportasi daerah ke Kabupaten ini.

Listrik Kabupaten Kuantan Singingi

Pembangkit listrik yang sudah ada saat ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan kapasitas total 4180 MW. Selain itu, juga terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang mampu untuk mencukupi kebutuhan listrik di Kabupaten ini – yang berpusat di Bukit Bertabuh, desa Lumbuk Ambacang, Kecamatan Kuantan Mudik. Yang terakhir akan dibuat pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga uap di daerah Cerenti, pada tahun 2004.

Telekomunikasi Kabupaten Kuantan Singingi

Layanan PT Pos sudah mencakup ke seluruh bagian daerah yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi. Penduduk juga dapat berkomunikasi dengan menggunakan telepon, sementara telepon selular dapat dilayani di kota Taluk Kuantan.

Air Bersih Kabupaten Kuantan Singingi

PDAM telah beroperasi di Taluk Kuantan, Lubuk Jambi, Benai, Pangean, Basrah dan Cerenti. Namun begitu, kebanyakan penduduknya tetap menggunakan air dari sumur dan sungai Kuantan untuk kegiatan rumah tangga.

Fasilitas Pendukung Lainnya

Sedikitnya terdapat 3 Bank komersial yang melayani aktifitas bisnis dan perdagangan di Kabupaten ini, yaitu : Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Pembangunan Daerah Riau.

Untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Pemerintah Daerah Kuantan Singingi secara kontinu membangun infrastruktur dan fasilitas yang berhubungan dengan kesehatan. Saat ini terdapat Rumah Sakit Umum, Pusat Kesehatan Masyarakat (11), dan Pusat Pelayanan Terpadu (60).

Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi


Wisata Alam Kuantan Singingi
• Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban di Lubuk Jambi.
• Air Terjun Guruh Gemurai.
• Wisata Alam Bukit Cokiak di Muara Lembu.
• Panorama Bukit Cokiak.
• Danau Kari Koto Kari.
• Dam Teso di Benai.

Wisata Petualangan Kuantan Singingi
• Tambang Emas di Logas.
• Berakit di Sungai Singingi.
• Berakit di Pangkalan Indarung
• Hutan Lindung Bukit Bungkuk dan Bukit Baling di Singingi.
• Gua Bunian di Bukit Kanua.
• Hiking dan Tracking di Bukit Batabuah.

Wisata Peninggalan Budaya dan Sejarah
• Rumah Tradisional Tua Koto Rajo.
• Kompleks Candi Sangan.

Pacu Jalur Kuantan Singingi
Pacu Jalur merupakan festival terbesar untuk masyarakat yang berada di sepanjang sungai Kuantan – setiap setahun sekali, untuk merayakan hari Kemerdekaan Indonesia. Pacu Jalur adalah perlombaan mendayung ‘kano’ – yaitu semacam sampan yang terbuat dari kayu pohon sepanjang 25-40 meter, yang didayung oleh 50-60 orang. Sebelum acara dimulai, diadakan acara berupa tarian dan nyanyian untuk menghibur seluruh peserta dan masyarakat yang berada di Taluk Kuantan.

Perahu Baganduang
Atraksi budaya dan perayaan masyarakat Kuantan ditandai dengan parade sampan tradisional yang dihiasi dengan berbagai ornamen dan warna - warna yang menarik.

Randai Kuantan
Randai adalah sandi antara dengan seni bela diri dengan tarian yang diiringi musik tradisional. Biasanya pertunjukkan ini berlangsung semalaman dan menceritakan tentang legenda di daerah tersebut.

Upacara Tradisonal / Kerajinan seni
Ada beberapa kerajinan yang dapat di jadikan buah tangan, seperti pahatan, tekat, suji,dan lainnya. Selain itu juga terdapat beberapa upacara tradisional, seperti :

• Upacara pernikahan.
• Upacara Belian atau Bulian.
• Upacara sesajian.
• Pengobatan tradisional.

Beberapa Potensi Daerah Kuantan Singingi
Agrikultur, Hasil Panen, dan Holtikultura.
Sektor agrikultur masih memegang peranan penting sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat Kuantan Singingi. Lahan untuk padi seluas 10.237 ha pada tahun 2001, dengan hasil produksi 41.312,16 ton. Sebagai tambahan, Kabupaten Kuantan Singingi juga memproduksi berbagai komoditas seperti jeruk, rambutan, mangga, duku, durian, nangka, papaya, pisang, cabai, terung, timun, kol,dan tomat.

Perkebunan Kuantan Singingi
Ada beberapa hasil penting yang ada di daerah Kuantan Singingi, seperti karet, kelapa, minyak sawit, coklat, dan berbagai tanaman lainnya.

Hewan Ternak
Beberapa hewan ternak yang dipelihara antara lain :
• Sapi : 17.368 ekor
• Kerbau : 17.132 ekor
• Ayam : 200.061 ekor
• Bebek : 27.442 ekor

Kehutanan
Sumber potensial di sector kehutanan antara lain :
• Produksi hutan terbatas : 316.700 ha.
• Hutan konversi : 450.00 ha.
• Hutan lindung : 28.000 ha.
• Hutan margasatwa : 136.000 ha.

Pertambangan Kuantan Singingi
Kabupaten Kuantan Singingi memiliki potensial yang besar di sektor pertambangan dan energi, yang termasuk kepada komoditas batu gamping, suntan, batu bara, gas alam, pasir sungai, emas, dan kaolin.

Industri di Kuantan Singingi
Beberapa bidang industri yang memiliki potensi ekonomi yaitu :
• Industri minyak sawit.
• Industri lempengan karet.
• Industri perabotan.
• Industri pengolahan makanan tradisional.
• Industri rumah tangga.
Beberapa Bidang yang Potensial untuk Investasi
1. Pembangkit listrik dengan kapasitas kecil.
2. Pengembangan kesuburan tanaman.
3. Pengolahan air bersih.
4. Pengembangan infrastruktur transportasi.